A.
Pengertian
Pengelolaan Kelas
Pengelolaan
kelas adalah keterampilan guru untuk meciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal dan mengembalikaannya bila terjadi gangguan dalam proses
belajar-mengajar. Dengan kata lain, pengelolaan kelas adalah kegiatan-kegiatan
untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya
proses belajar-mengajar. Misalnya, penghentian tingkah laku peserta didik yang
mnenyelewengkan perhatian kelas, pemberian hadiah bagi ketepatan waktu
penyelesaian tugas oleh siswa, atau penetapan norma kelompok yang produktif.
Pengelolaan kealas dimaksudkan untuk
meciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik sehingga
tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien. Ketika kelas
terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi
proses belajar menngajar
Hadari Nawawi (1990) memandnag kelas dari
dua sudut, yaitu
1. Kelas
dalam arti sempit yakni, ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat
sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam
pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekadar mneunjuk
pengelompokkan siswa menurut tingkat perkembangannya yang antara lain
didasarkan pada batas umur kronologis masing-masing
2. Kelas
dalam arti luas, suatu masyarakat kecil yang meerupakan bagian dari masyarakat
sekolah, yang sebagai satu kesatuan organisasi menjadi unit kerja yang secara
dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk
mencapai suatu tujuan
B.
Tujuan
Pengelolaan Kelas
Tujuan kelas pada hakikatnya telah terkandung
pada tujuan pendidikan dan secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah
penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam
lingkungan social, emosional dan intelektual dalam kelas sehingga peserta didik
terhindar dari permasalahan seperti siswa mengantuk, enggan mengerjakan tugas,
terlambat masuk kelas, mengajukan pertanyaan aneh dan lain sebagainya
(Soetipo,2005). Sebagai indicator dari sebuah kelas yang tertib menurut
Suharsimi Arikunto adalah apabila
1. Setiap
siswa harus bekerja, artinya tidak ada siswa yang terhenti karena tidak tahu
ada tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan
kepadanya
2. Setiap
siswa terus melakukan pekerjaan tanpa
membuang waktu, artinya setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya lekas
menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Apabila ada siswa yang walaupun
tahu dan dapat melaksanakan tugasnya, tetapi mengerjakanya kurang bergairah dan
mengulur waktu bekerja, maka kelas tersebut dikatakan tidak tertinb.
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah menyediakan,
meciptakan dan memelihara kondisi yang optimal didalam kelas sehingga siswa
dapat belajar dan bekerja dengan baik.
C.
Berbagai
Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
Sebagai pekerja professional seorannng guru
harus medalami kerangka acuan pendekatan-pendekatan pengelolaan kelas, dan
dengan pendekatan yangdipilihnya diharapkan menjadi alternative terbaik untuk
pemecahan masalahnya.
1. Pendekatan
Perubahan Tingkah Laku (Behavior Modification Aproach)
2. Pendekatan
Suasana Emosi dan Hubungan Sosial (Socio-Emotional-Climate Approach)
3. Pendekatan
Proses Kelompok (Group-Proceses Approach)
4. Pendekatan
Electis (Electic-approach)
D.
Prinsip-prinsip
Pengelolaan Kelas
Terkait dengan pengelolaan kelas banyak
factor-faktor yang mempengaruhi yang pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua
yaitu, factor ekstern dan intern siswa. Faktor intern siswa berhubungan dengan
masalah emosi, pikiran, dan peerilaku. Factor ekstern siswa terkait dengan
masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa , pengelompokan siswa,
jumlah siswa di kelas, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk
mengetahui dan menguasi prinsip-prinsip pengelolaan kelas. Berikut
prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dimaksud
1. Hangat
dan Antusias
2. Bervariasi
3. Keluwesan
4. Tantangan
5. Penekanan
pada hal-hal yang positif
6. Penanaman
displin diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar