Selasa, 24 Juli 2018

Strategi Pembelajaran Seorang Pendidik yang Efeketif


A.    Pengertian Pengelolaan Kelas 
      Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk meciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikaannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar. Dengan kata lain, pengelolaan kelas adalah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Misalnya, penghentian tingkah laku peserta didik yang mnenyelewengkan perhatian kelas, pemberian hadiah bagi ketepatan waktu penyelesaian tugas oleh siswa, atau penetapan norma kelompok yang produktif.                                                                                                                                                                                                                            
     Pengelolaan kealas dimaksudkan untuk meciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi proses belajar menngajar
     Hadari Nawawi (1990) memandnag kelas dari dua sudut, yaitu
1.      Kelas dalam arti sempit yakni, ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekadar mneunjuk pengelompokkan siswa menurut tingkat perkembangannya yang antara lain didasarkan pada batas umur kronologis masing-masing
2.      Kelas dalam arti luas, suatu masyarakat kecil yang meerupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan organisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan

B.     Tujuan Pengelolaan Kelas
      Tujuan kelas pada hakikatnya telah terkandung pada tujuan pendidikan dan secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan social, emosional dan intelektual dalam kelas sehingga peserta didik terhindar dari permasalahan seperti siswa mengantuk, enggan mengerjakan tugas, terlambat masuk kelas, mengajukan pertanyaan aneh dan lain sebagainya (Soetipo,2005). Sebagai indicator dari sebuah kelas yang tertib menurut Suharsimi Arikunto adalah apabila
1.      Setiap siswa harus bekerja, artinya tidak ada siswa yang terhenti karena tidak tahu ada tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan kepadanya
2.      Setiap siswa  terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Apabila ada siswa yang walaupun tahu dan dapat melaksanakan tugasnya, tetapi mengerjakanya kurang bergairah dan mengulur waktu bekerja, maka kelas tersebut dikatakan tidak tertinb.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah menyediakan, meciptakan dan memelihara kondisi yang optimal didalam kelas sehingga siswa dapat belajar dan bekerja dengan baik.
C.    Berbagai Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
   Sebagai pekerja professional seorannng guru harus medalami kerangka acuan pendekatan-pendekatan pengelolaan kelas, dan dengan pendekatan yangdipilihnya diharapkan menjadi alternative terbaik untuk pemecahan masalahnya.
1.      Pendekatan Perubahan Tingkah Laku (Behavior Modification Aproach)
2.      Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial (Socio-Emotional-Climate Approach)
3.      Pendekatan Proses Kelompok (Group-Proceses Approach)
4.      Pendekatan Electis (Electic-approach)

D.    Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas  
      Terkait dengan pengelolaan kelas banyak factor-faktor yang mempengaruhi yang pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua yaitu, factor ekstern dan intern siswa. Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan peerilaku. Factor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa , pengelompokan siswa, jumlah siswa di kelas, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasi prinsip-prinsip pengelolaan kelas. Berikut prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dimaksud
1.      Hangat dan Antusias
2.      Bervariasi
3.      Keluwesan
4.      Tantangan
5.      Penekanan pada hal-hal yang positif
6.      Penanaman displin diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar